Saturday, June 1, 2013

qweasdangwdgawzdwzzzzzzzzz

Kepala berat serasa ditimpa besi puluhan kilo. Lebay emang. Bukan karena pusing, migrain atau sakit kepala lainnya. Tapi karena beban yang rasanya sungguh menyiksa. Beban apa? Oke, pertama hutang. Selain hutang pulsa yang terus menumpuk, juga hutang 121.000 rupiah ke Indri. Kenapa bisa hutang begitu banyak?  Oke, jadi senin kemarin saya dan Indri pergi ke Jakarta buat nonton konser Carly Rae Jepsen. Kita dapet 4 tiket dari cornetto, karena kita Cuma berdua, sisa tiket akan kami jual. Kita jual lewat twitter, mention in orang-orang menawarkan tiket itu, pada awalnya kami hopeless, karena gak ada yang tertarik. Tapi waktu hari ternyata peminat mulai bertambah, karena banyaknya peminat kami berniat menjual ke empat tiket itu, lalu pergi ke Jakarta menukarkan tiket lalu dijual, lalu uangnya kami jadikan ongkos dan kami juga bisa mendapatkan keuntungan.  Singkat cerita kita ketinggalan kereta buat ke Jakarta, akhirnya saya dan Indri menyewa mobil dan sopirnya sebesar 350.000 rupiah, karena setelah kami perhitungkan, kami akan tetap mendapat keuntungan. Namun nasib berkata lain, perjalanan ke Jakarta tidak semulus yang kami kira, jalanan macet. Macet sekali. Macet itu membuat kami sampai di senayan Jakarta sekitar jam setengah delapan malam. Pembeli tiket kecewa dan tidak jadi membeli, kita rugi. RUGI BESAR. Daripada kita sudah capek-capek ke Jakarta, kita pun nonton konser itu. Nah dari situ hutang berasal, dari uang menyewa mobil 350.000 dibagi dua, menjadi 175.000, sebagian sudah saya bayar 50.000.
Oke next. Beban lainnya, fisika. Fisika memang selalu menjadi beban di hidup seorang pelajar, tapi yang satu ini rasanya sungguh berat. Ada soal fisika 100 soal yang harus selesai pada hari selasa besok, dan saya belum mengerjakannya sedikitpun.

Beban lainya yaitu saya harus menjual kartu perdana As seharga 15.000. Sungguh harga yang gak reasonable. Harga 15.000 tapi pulsa hanya 2.000. Hanya saja kartu as ini dilengkapi bonus sebesar 10.000, bukan berbentuk pulsa, tapi berbentuk SMS, Internet, dan telepon.
Beban fisika dan kewirausahaan mungkin akan berakhir saat UAS selesai. Tapi beban hutang? Setiap saat kepikiran hutang, lagi diem mikirin hutang. Saya jadi ingat sama kedua orang tua saya. Gimana mereka bisa tidur di malam hari dengan beban harus membiayai kedua anaknya yang masih sekolah.
Bisa dibilang saya stres ringan, saya butuh refreshing. Disaat saya harus menabung untuk bayar hutang, saya malah ke KFC dan McD untuk refreshing sambil bernyanyi, if you know what I mean. But I need this, its just too hard. I need a stress release.

No comments:

Post a Comment